Pada saat bangun pagi, kita membaca koran pagi tidak perlu lagi menunggu loper mengantar ke rumah. Komputer secara otomatis akan mencetak koran terbitan pagi hari yang bisa dinikmati sambil sarapan. Untuk mendengarkan musik-musik favorit, cukup mencari dari internet oleh mesin pencari berdasarkan keinginan dengan cara mengunduh. Kita juga dapat mendengar berita berbasis visual, suara digital dan fasilitas hiperlink sehingga bisa dinikmati secara interaktif.
Sambil membuka lemari es, fasilitas layar LCD yang menempel di pintu kulkas, akan menginformasikan bahwa susu, telur telah habis dan menawarkan untuk melakukan pembelian ke toko langganan. Melalui E-mail, informasi kebutuhan susu dan telur terkirik ke toko. Toko pun mendebet nilai belanja kita dari rekening yang kita punya, dan barang segera dikirim ke rumah.
Itulah kehidupan yang digambarkan tiga serangkai K.J. Kerney, M. Kerney dan R.N Seitz pada tahun 2020. Dengan kemajuan teknologi komunikasi, manusia akan semakin mudah dalam menjalankan aktivitasnya.
Pada beberapa negara maju, telepon seluler sudah bisa diaplikasikan untuk transaksi bisnis seperti Mobile Check-in System. Teknologi yang sudah digunakan oleh maskapai penerbangan memungkinkan penumpang yang sudah membeli tiket melakukan check in dengan menggunakan ponsel. Dengan teknologi ini, boarding pass penumpang akan dikirim ke ponsel-nya dalam bentuk barcode, sehingga penumpang bisa langsung masuk pesawat dengan menempelkan layar ponsel yang sudah ada kode barcodenya di pintu masuk. International Air Transport Association (IATA) mengharapkan agar semua negara memakai teknologi ini pada tahun 2010.
Contoh di atas menguatkan apa yang dikatakan Severin dan Tankard, bahwa teknologi lama tidak akan tergusur oleh teknologi yang paling baru. Justru sebaliknya, media baru apapun bentuknya akan duduk berdampingan dengan media lama, yang mungkin tak akan hilang. Biasanya, teknologi komunikasi yang baru tidak bisa sepenuhnya menggantikan teknologi lama, tetapi ia mungkin menyebabkan teknologi lama mengambil peran baru. (Werner J. Severin-James W Tankard, Jr;2005:4)
Perkembangan teknologi komunikasi saat ini, dimulai sejak ditemukannya komputer pada tahun 1946. Sejak ditemukan komputer, era peradaban manusia mulai memasuki masa komunikasi interaktif, yang ditandai dengan lahirnya internet. Internet mampu menampilkan teknologi media yang sebelumnya terpisah, bisa berkumpul bersama dalam dunia maya. Serta bisa diakses dari segala belahan dunia secara ”real time”. Penggunaan internet dalam mencari informasi, terbukti mampu memotong jalur transportasi pendistribusian informasi media kepada khalayaknya.
Teknologi yang awalnya berkembang sendiri-sendiri, akibat perkembangan teknologi, teknologi-teknologi tersebut menjadi saling terkait. Perbedaan-perbedaan di dalam hal pengumpulan, pengiriman, penyimpanan, dan pengolahan informasi telah dapat diatasi. Kemajuan teknologi komunikasi menempatkan media massa dalam lingkungan baru. Setidaknya ada empat ciri lingkungan media baru tersebut (Mc Manus, 1994). Pertama teknologi yang dulu berbeda dan terpisah kini menjadi satu. Contoh yang paling aktual adalah teknologi radio, televisi, video yang semula terpisah-pisah kini bisa disatukan dalam sebuah handphone.
Kedua, adanya pergeseran dari kelangkaan media menuju media yang melimpah. Saat ini untuk mendapatkan informasi, hiburan, dan pengetahuan begitu mudah dan murah. Masyarakat bebas memilih jenis media apa yang diinginkan, sesuai kepentinganya. Berdirinya stasiun televisi swasta di Jakarta dan berbagai daerah, menunjukkan betapa banyaknya pilihan masyarakat dalam mencari hiburan. Masyarakat tinggal memilih program acara apa yang disukai, dengan mengganti-ganti saluran televisi. Kondisi ini jauh berbeda pada tahun 80-an, dimana stasiun televisi hanya ada TVRI. Ketiga, adanya pergeseran dari yang mengarah kepuasan massa audience kolektif menuju kepuasan grup atau individu. Keempat, adanya pergeseran dari media satu arah kepada media interaktif.
Percobaan siaran televisi pertama kali ditayangkan di Inggris pada tahun 1929 oleh British Broadcasting Company. Sedangkan di Amerika Serikat siaran televisi pertama kali tahun 1946 saat Dewan Keamanan PBB mengadakan rapat di Newyork. Indonesia mulai melakukan siaran televisi tahun 1967. Jarak waktu antara siaran televisi pertama dengan Indonesia membutuhkan waktu hampir 30 tahun lebih.
Seiring dengan tersedianya infrastruktur teknologi komunikasi di Indonesia, tren rentang waktu penggunaan teknologi baru di dunia maju dengan Indonesia semakin pendek. Internet mulai dapat diakses masyarakat umum pada tahun 1993, saat teknologi mosaic ditemukan. Kemudian internet menjadi sebuah media berita baru pada Januari 1998 saat Matt Drudge menggunakan internet untuk memberitakan bahwa Newsweek telah menyembunyikan berita tentang keterlibatan Bill Clinton yang melakukan affair dengan Monika Lewinsky. Sedangkan 11 September 1998 Start Report hadir menyajikan berita-beritanya di internet. Di Indonesia, Journalism online dimulai tahun 1998, yang ditandai dengan hadirnya situs Tempo 0nline dan situs berita Detik.Com. Bahkan dalam beberapa kasus, Indonesia dijadikan negara pertama peluncuran produk teknologi terbaru.
Pengaruh Teknologi Komunikasi
Perkembangan teknologi komunikasi telah melahirkan penemuan-penemuan baru, industri baru, serta memperkaya khasanah keilmuan studi ilmu komunikasi. Teknologi juga membantu kita untuk membuat koneksi-koneksi baru. Koneksi-koneksi dimana tantangan tradisional dan kondisi geografis, dapat ditaklukkan hanya dengan menggunakan teknologi. Teknologi perbankan ATM memungkinkan orang untuk melakukan berbagai macam jenis pembayaran dan pembelian mulai dari listrik, telepon, kartu kredit, biaya kuliah, hingga pembelian tiket dan pulsa telepon. Cukup mendatangi satu lokasi ATM, sudah melakukan dapat melakukan berbagai macam transaksi. Bayangkan bila dilakukan dengan cara manual, harus mendatangi masing-masing kantor tersebut, yang lokasinya berjauhan.
Kelahiran sebuah teknologi, merupakan jawaban atas suatu persoalan manusia dalam menghadapi suatu masalah. Teknologi berfungsi meringankan tugas-tugas manusia dalam mencapai tujuan. Sehingga teknologi komunikasi tersebut dapat meningkatkan produktivitas, meningkatkan efisiensi kerja, serta melahirkan produk-produk yang berdaya saing tinggi.
Kemajuan teknologi satelit membuat stasiun televisi berlomba-lomba menyiarkan setiap program secara live. Mulai dari program berita, olahraga, hingga talkshow. Program siaran langsung bagi stasiun televisi akan menyedot penonton lebih banyak. Sehingga membuat pengiklan mau menjadi sponsor acara tersebut. Investasi yang sudah ditanam pun, menjadi cepat kembali.
Pada akhirnya, kemajuan teknologi informasi telah melahirkan masyarakat informasi, dimana produksi, distribusi dan manipulasi suatu informasi menjadi kegiatan utama. Inovasi teknologi juga menawarkan variasi sarana produk teknologi dalam setiap segmen profesi yang lebih luas dimana masyarakat dapat berkomunikasi dan saling interaksi. Kemajuan teknologi komunikasi dan informasi, tidak hanya mensupport bisnis yang terkait langsung dengan studi ilmu komunikasi. Tapi juga mendukung semua aktivitas profesi dari semua keilmuan, yang bertujuan peningkatan kualitas kehidupan manusia.
Referensi
- K.J. Kearney, M. Kearney, and R.N. Seitz, The Look of Science and Technology in 20 years, (June 2, 2000)
- Mc Manus, Market Driven Journalism: Let the Citizen Beware,1994
- Werner J. Severin-James W. Tankard, Jr. Teori Komunikasi, Prenada Media, 2005
Dimuat di Harian Banten Raya Pos, Juli 2008
0 responses so far ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.