Media sucahya

Pelayanan?

July 6, 2009 · Leave a Comment

Tugas pemerintah adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat.  terutama kepada empat hak dasar manusia INdonesia yaitu pendidikan, pangan, kesehatan, dan rasa aman. Bila keempat hal itu sudah dapat diberikan pemerintah kepada rakyat, setengah tugas pemerintah  yang berkuasa telah dijalankan dengan baik.

Tapi praktiknya, pemerintah melakukan sebaliknya. fungsi pelayanan banyak yang diabaikan.  Rebutan anak masuk SMP, SMA dan perguruan tinggi merupakan contoh betapa pemerintah telah lalai dalam memberikan pelayanan yang memadai terhadap sistem pendidikan. Betul kata Megawati, sistem pemberian Bantuan langsung Tunai tidak manusiawi, karena penerima BLT dibiarkan berdesak-desakan, berhimpit-himpitan di tempat yang tidak nyaman, dibawah tenda kantor pos.  Mengapa penerima BLT tidak dibuatkan saja akun/rekening bank pribadi. Toh mereka memiliki KTP. Gunakan jaringan BRI,  ATM pos, atau Mandiri yang memiliki jaringan ke pelosok kampung. Dengan demikian, penerima BLT tinggal menggesek di ATM atau mendapat senyuman manis dari teller bank saat mencairkan BLT.

→ Leave a CommentCategories: Informasi

TV dalam pemilu

July 6, 2009 · Leave a Comment

Oleh : Media Sucahya
Usai pemilu legislatif 9 April 2009, setiap televisi menayangkan hasil hitung cepat (quick count). SBY dan JK, dalam berbagai tayangan berita di televisi, menonton empat televisi yang dinyalakan bersamaan, dimana masing-masing televisi menayangkan hasil hitung cepat. TvOne menayangkan hitung cepat Lingkaran Survei Indonesia, RCTI menayangkan hasil LP3ES, Metrotv menayangkan hasil Lembaga Survei Indonesia, dan SCTV menayangkan hasil dari Cirrus. Mengapa SBY dan JK merasa perlu untuk melihat siaran TvOne, Metrotv, SCTV, RCTI secara bersamaan? Jawabannya adalah ingin mengetahui hasil hitung cepat pemilu 9 April 2009 yang terbaru dan teraktual.
Apa yang dilakukan stasiun televisi menyiarkan hasil hitung cepat, merupakan langkah menaikkan rating untuk meraih iklan. Program acara yang memiliki rating tinggi, akan diminati pemasang iklan. Semakin tinggi rating sebuah program acara, berarti semakin banyak penontonya. Maka, stasiun televisi membuat dan mengubah berbagai program baru demi meningkatkan rating. Stasiun televisi melakukan kerjasama dengan berbagai institusi untuk membuat program yang bernilai ekonomis, termasuk bekerja sama dengan lembaga survei untuk melakukan hitung cepat.
Berangkat dari asumsi, masyarakat ingin mengetahui hasil pemilu 2009 secepatnya, masing-masing stasiun televisi melakukan kerjasama dengan lembaga survei secara ekslusif. Televisi akan menyiarkan hasil hitung cepat pemilu yang dilakukan lembaga survei Hasilnya, televisi pun ditonton puluhan juta pemirsa, terutama pengurus parpol, caleg, serta masyarakat yang ingin mengetahui hasil akhir pesta demokrasi di tanah air. Televisi telah mengubah konsep dan program pemberitaannya, yang tidak semata-mata menyampaikan informasi, menghibur, mendidik, dan kontrol sosial. Tapi juga mampu memainkan peran secara aktif sebagai saluran komunikasi politik, sehingga menyedot perhatian seluruh rakyat Indonesia.

Perubahan Media
Menurut William L River, media berubah akibat perkembangan demokrasi, revolusi industri dan teknologi, serta bermunculan kota-kota baru. (Media Massa dan Masyarakat Moderen, 2004:51). Kerjasama televisi dengan lembaga survei juga didorong oleh ketiga faktor tersebut. Tanpa faktor tersebut, sulit bagi media untuk berkembang dan mempertahankan eksistensinya.
Pertama, perkembangan demokrasi amat menentukan sejauh mana eksistensi stasiun televisi. Sejak Rezim Soeharto tumbang tahun 1998, Indonesia memasuki era demokrasi, yang ditandai dengan adanya kebebasan menyampaikan pendapat, pemilu yang jujur dan adil, serta tidak ada sensor terhadap pers. Media dapat memberitakan berbagai informasi, tanpa khawatir akan dibredel oleh pemerintah, sebagaimana yang pernah diterapkan oleh rezim orde baru. Iklim demokrasi memungkinkan televisi melakukan kontrol dan pengawasan terhadapa pemerintah maupun kepada lembaga lain yang dianggap telah melanggar berbagai peraturan yang ada. Maka televisi pun membuat program yang mengkritisi dan menginvestigasi berbagai kebijakan pemerintah untuk meningkatkan rating, agar tetap dilirik pemasang iklan.
Kedua, revolusi industri dan teknologi telah mengubah cara kerja media dalam pemberitaan, distribusi, dan iklan. Konsep berita aktual berubah dari yang per jam, kini menjadi per detik dan realtime. Setiap peristiwa yang terjadi di berbagai tempat, dapat disiarkan langsung saat peristiwa itu terjadi. Acara rapimnas Golkar, PDIP, Demokrat, PAN dan PKS dapat disiarkan langsung oleh stasiun televisi dari tempat acara rapimnas itu diadakan. Saat itu, televisi telah berperan sebagai saluran komunikasi politik, dimana ketua parpol menyampaikan pesan-pesan politik kepada masyarakat. Televisi juga telah mendorong agenda parpol untuk melakukan koalisi dengan parpol lainnya, dalam menyiapkan capres dan cawapres 2009-2014, meski KPU belum mengumumkan hasil pemilu legislatif 2009. Media yang tidak menggunakan teknologi komunikasi terbaru, sulit berkembang dan bersaing.
Ketiga, media berubah karena lahirnya kota-kota baru, yang di Indonesia merupakan kota, kabupaten, atau propinsi hasil pemekaran. Kota baru ini melahirkan identitas baru khalayak secara geografis, etnis, maupun ekonomi. Media harus mengubah konsep berita yang lebih mengedepankan faktor kedekatan (proximity) dengan masyarakat di kota-kota baru itu. Kota baru secara administratif juga melahirkan jabatan-jabatan baru mulai dari gubernur, bupati, walikota, dan anggota dewan. Penambahan jabatan dan kursi baru ini, membuat kota-kota baru mendapatkan liputan pemberitaan yang khusus, yang berarti media harus menambah SDM dan infrastruktur di kota baru tersebut. Saat pemilu dan pilkada berlangsung di kota-kota baru, media memberitakan perkembangan politik mutakhir yang ditunggu masyarakat kota tersebut serta para pejabat di Jakarta dan kota-kota lain.

Pilpres 2009
Ada empat agenda penting terkait dengan pemilihan presiden. Yaitu pencontrengan Pilpres 8 Juli 2009, tayangan hasil hitung cepat capres peraih suara terbanyak oleh lembaga survei, pelantikan presiden 10 Oktober 2009, dan konfigurasi susunan kabinet. Keempat agenda politik itu, dipastikan akan menyita pemberitaan media, dengan membuat program yang berbentuk talkshow, liputan langsung, analisis, dan prediksi. Televisi juga merekrut pengamat politik secara ”permanen” untuk mengelaborasi isu-isu politik dan memprediksi arah dinamika politik yang terjadi. Peran lembaga survei dengan berbagai analisis dan hitung cepat tetap diandalkan bagi televisi untuk menyedot perhatian pemirsa.
Pada akhirnya, televisi tidak hanya sebagai saluran komunikasi politik, tapi secara terbatas berperan menstabilkan kondisi politik, terutama setelah televisi berdasarkan hasil hitung cepat lembaga survei memastikan siapa capres yang meraih suara terbanyak. Televisi telah menghilangkan ketidakpastian mengenai siapa calon presiden berikutnya hanya dalam waktu tidak kurang 24 jam setelah pencontrengan Pilpres. Bandingkan dengan KPU yang hanya mampu menghitung 10% total suara selama seminggu pada pemilu legislatif lalu. Peran yang dijalankan televisi yang disebutkan di atas, merupakan dampak perubahan yang dilakukan manajemen televisi untuk tetap eksis ditengah ketatnya persaingan industri media.

Media sucahya
*Pengajar Mata Kuliah Komunikasi Massa dan Pengamat Komunikasi Politik

→ Leave a CommentCategories: komunikasi politik

Hijrah Ekonomi

May 5, 2009 · Leave a Comment

Satu Muharam diabadikan sebagai Tahun Baru Islam karena pada saat itu Nabi Muhamad melakukan hijrah dari kota Mekkah ke Kota Madinah. Beliau hijrah atau berpindah karena menghindari tekanan dan ancaman dari penduduk Kota Mekkah yang menolak ajaran Islam.

Hijrah secara sederhana diartikan mengubah ideologi hidup yang menyesatkan kepada ajaran yang benar. Dalam terminologi Islam, mengganti ajaran nenek moyang penyembah berhala kepada ajaran monotoisme yang mengakui dan patuh tanpa reserve hanya kepada satu Tuhan Yang Maha Esa yaitu Allah SWT. Umat harus berusaha mengubah perilaku hidupnya sekecil apapun perubahan tersebut, dengan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan berpegang pada Al Quran dan Sunah Rosul Nabi Muhamad SAW.

Islam mempunyai sistem ekonomi yang kini dikenal lembaga keuangan syariah. Keberadaan bank syariah di Indonesia mendapat legitimasi yang cukup kuat. Selain didukung oleh UU Perbankan, juga keputusan fatwa MUI pada tahun 2004 yang memutuskan praktik lembaga keuangan konvensional yang menggunakan riba hukumnya haram. Fatwa tersebut melarang setiap muslim untuk melakukan transaksi pada bank konvensional, bila diwilayahnya sudah ada kantor atau jaringan lembaga keuangan syariah. Sedangkan untuk wilayah yang belum ada kantor atau jaringan lembaga keuangan syariah, setiap muslim dibolehkan bertransaksi di bank konvensional karena prinsipnya dharurat. (Buku Saku Perbankan Syariah, Bank Indonesia, 2006)

Memasuki tahun 2000, jaringan lembaga keuangan syariah sudah mencakup nasional. Hal itu ditandai dengan kerjasama Bank Muamalat dengan PT Pos Indonesia, dimana setiap nasabah Bank Mualamat bisa melakukan transaksi perbankan di seluruh kantor Pos Indonesia. Bank Mualamat juga melakukan kerjasama dengan Bank BCA dan ATM Bersama, yang memungkinkan pemegang kartu ATM Bank Muamalat dapat melakukan berbagai transaksi perbankan dengan menggunakan jaringan ATM Bersama dan Bank BCA yang jaringan ATM-nya sudah nasional.

Namun meski MUI sudah mengeluarkan fatwa tentang hukum riba yang statusnya haram serta sudah terbangunnya infrastruktur bank syariah secara nasional, peran bank syariah masih tetap kecil. Masyarakat masih tetap enjoy melakukan berbagai transaksi dengan bank konvensional.

asumsi itu terlihat dari jumlah nasabah bank syariah yang menjaring 2,2 juta nasabah. Bandingkan dengan bank konvensional yang telah memiliki 85 juta nasabah (2005).

Padahal bank syariah sudah beroperasi sejak 1992 atau lima belas tahun silam. Kemudian, dari sisi total aset perbankan syariah juga masih belum ada apa-apanya. Total aset bank syariah saat ini Rp31,8 triliun atau hanya 1,72 persen dati total aset perbankan nasional yang mencapai Rp1.850 triliun. (Bank Indonesia)

Hanya Ritual

Umat Islam memiliki tradisi yang kuat mengumpulkan finansial secara mandiri untuk mewujudkan objek ibadah yang membutuhkan dukungan dana cukup besar. Sebagian besar objek yang dibangun adalah untuk memenuhi kebutuhan ritual agama seperti pembangunan masjid atau urunan membeli sapi kurban. Maka, sebagian besar masjid yang ada di tanah air, dibangun dari dana swadaya masyarakat. Mulai dari membebaskan lahan, membangun fisik, hingga merawatnya.

Namun langkah pengumpulan finansial, tidak terjadi dalam penyediaan infrastruktur ekonomi seperti mendirikan Baitul Mal, BPR syariah, Koperasi syariah, atau Bank Syariah. Kondisi ini menunjukkan umat Islam masih belum memprioritaskan pendirian infrastruktur ekonomi syariah. Masyarakat memandang pembangunan infrastruktur keuangan syariah diserahkan kepada mekanisme pasar. Tidak perlu adanya intervensi dari masyarakat. Investor dengan sendirinya akan mendirikan lembaga keuangan syariah, bila dianggap sudah layak secara ekonomis.

Perkembangan Islam di tanah air lebih bertumpu pada meningkatkan kesalehan dengan menjalankan rukum Islam yaitu syahadat, shalat, puasa, zakat, dan menunaikan ibadah haji. Bila seseorang sudah menjalankan rukun Islam, maka sudah merasa cukup dalam menjalankan ajaran agama. Tidak ada perasaan bersalah meski ia tidak menggunakan lembaga keuangan syariah. Organisasi keagamaan, Ormas, maupun individu juga ”meminggirkan” isu ekonomi syariah. Mereka lebih banyak memainkan peran agama dalam hal meningkatkan ketauhidan yaitu bagaimana langkah mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ormas Islam, LSM, maupun Pemda masih belum menjadikan agenda besar bahwa lembaga keuangan syariah merupakan alat untuk mensejahterakan masyarakat.

Kita bisa melihat jumlah Bank Pembangunan Daerah Syariah baru sembilan buah dari 30-an jumlah BPD yang ada di Indonesia. Jumlah Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) berjumlah 101 dari ratusan jumlah BPR secara nasional. Memang statistik tersebut tidak secara signifikan menyebutan bahwa masyarakat tidak percaya terhadap lembaga keuangan syariah. Tapi setidaknya menggambarkan masyarakat masih percaya melakukan transaksi dengan bank konvensional.

Membuka Lapangan Pekerjaan

Lembaga keuangan syariah adalah salah satu sistem dalam bermuamalah, agar bisnis yang dijalankan itu sesuai dengan syariat Islam. Idealnya kehadiran lembaga keuangan syariah dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kehadiran lembaga keuangan syariah agar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta koperasi dapat mengakses permodalan untuk meningkatkan usahanya. Karena konsep bank syariah adalah memberikan pinjaman tanpa harus memiliki agunan, karena menggunakan prinsip bagi hasil (mudharabah). Secara sederhana bank syariah meminjamkan modal usaha, kemudian hasil keuntungan bersih dibagi antara pihak bank dan pengusaha sesuai kesepakatan awal.

Pangsa pasar pembiayaan perbankan syariah hanya 2,8%. Masih kecilnya peran lembaga keuangan syariah ini membuat penetrasi lembaga keuangan syariah untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat, terutama memberikan pinjaman kepada pengusaha UMKM menjadi lambat. Pada gilirannya, misi utama kehadiran lembaga keuangan syariah sebagai bagian dari sistem ekonomi Islam untuk membuka lapangan pekerjaan baru, belum berjalan optimal.

Pergantian tahun baru Hijriah idealnya harus disikapi setiap umat Islam dengan adanya kesadaran untuk meningkatkan ketaqwaan dan keimanan sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Umat Islam harus mulai berani menggeser sistem keuangan konvensional yang selama ini mereka gunakan, menuju sistem keuangan syariah. Termasuk didalamnya adalah mengapresiasi sistem perbankan syariah yang insfrastrukturnya sudah berskala nasional. Sehingga bila perbankan syariah kuat, diharapkan akan lebih banyak membuka lapangan pekerjaan baru.

Perbankan syariah memiliki komitmen untuk mengentaskan kemiskinan. Dengan cara membantu para wirausahawan yang kekurangan modal agar statusnya meningkat menjadi pengusaha besar. Peran tersebut saat ini begitu signifikan. Mengingat jumlah penduduk miskin di Indonesia yang mayoritas beragama Islam sebanyak 37,17 juta jiwa atau 17,75 persen dari jumlah penduduk Indonesia (Juni 2007, BPS).

Bank Indonesia selalu regulator perbankan nasional telah membuat berbagai kebijakan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas bank syariah dengan merumuskan enam pilar program akselerasi yaitu penguatan kelembagaan, pengembangan produk dan layanan, intensifikasi edukasi publik, peningkatan peran pemerintah, penguatan sumber daya manusia, dan peningkatan pengawasan bank syariah. Beberapa kebijakan dari program akselerasi tersebut adalah akan menggelar festival ekonomi syariah pada awal tahun 2008. Dan mendorong pembiayaan UMKM oleh perbankan syariah melalui Bank Perkreditan Rakyat Syariah. Serta meningkatkan pangsa pasar perbankan syariah menjadi lima persen pada tahun 2008.

Namun bila progam akselerasi tersebut disikapi secara pasif oleh masyarakat, maka kita akan melihat tahun baru 1 Muharam tahun depan, tidak memiliki makna yang berarti. Kecuali hanya sekadar menikmati hari libur sebagaimana merayakan hari-hari libur nasional lainnya. Dalam konteks ini dapat diartikan esensi Hijrah tidak serta merta menggugah kesadaran umat untuk mengganti tata nilai kehidupan menuju yang lebih Islami.

→ Leave a CommentCategories: syariah

Donasi Kampanye Online

January 15, 2009 · Leave a Comment

 Barack Husein Obama Junior berhasil menjadi presiden Amerika Serikat karena memanfaatkan potensi internet yang sesungguhnya. Internet tidak hanya dijadikan sarana publikasi dan membangun jejaring untuk meraih suara. Tapi juga menjadikan internet sebagai sarana pengumpulan dana kampanye. Hampir 95% sumbangan kampanye Obama didapat dari pribadi-pribadi lewat internet. Melalui situs sosial dan blog pribadinya, Obama merayu pendukungnya agar menyumbang melalui online. Meski besarnya sumbangan kampanye hanya 5 dollar AS per orang (sekitar Rp50.000), tapi karena pendukungnya dalam dunia maya mencapai jutaan, nilai sumbangan yang didapat Obama secara online juga cukup besar.

Obama bukanlah kandidat presiden pertama yang menggalang dana melalui internet. Para kandidat presiden AS menggunakan situs internet sebagai bagian dari kampanye mulai tahun 1996. George Bush dalam situsnya (www.georgebush.com) pada tahun 1999 menggalang dana kampanye melalui online. Bahkan situs Bush memuat daftar para penyumbang kampanye yang dapat diakses oleh siapapun. (Werner J. Severin & James W. Tankard, Jr, Teori Komunikasi, 2005:8). Hal serupa juga dilakukan Howard Dean nominator Partai Demokrat dan John Kerry dalam pemilihan presiden 2004 juga menggunakan internet dalam pengumpulan dana. Dean yang menggunakan Meetup.com saat itu berhasil mengumpulkan 27 juta dollar AS melalui online.

Kunci keberhasilan pengumpulan dana kampanye melalui internet, karena penggunaan internet di Amerika Serikat sudah menjadi kegiatan sehari-hari bagi masyarakat. Dari total jumlah penduduk AS sebanyak 303,8 juta, sebesar 71,9 persen atau 218,3 juta dari 303,8 juta telah menggunakan internet (Internet WorldStats hingga November 2007). Tingginya jumlah pengguna internet, karena transaksi pembayaran online (e-commerce) sudah memungkingkan dan merupakan sistem transaksi sehari-hari. E-commerce membuat orang tidak lagi melakukan jual beli secara tradisional yang memakan waktu dan tenaga. Pajak e-commerce tingkat dunia pada 1999 saja sudah mencapai 21 juta dolar AS. Untuk melakukan transaksi e-commerce seseorang harus menggunakan transaksi dengan cara electronic banking atau kartu kredit. Dengan kedua cara tersebut, seseorang dapat melakukan pembayaran donasi kampanye secara online.

Internet sebagai sarana pengumpulan dana sebenarnya bukanlah hal aneh.  Steven H. Chaffee dan Michael J. Petrick (Using the Mass Media, Communication Problems in American Society, New York: McGraw-Hill, Inc., 1975:135) menyatakan bahwa politikus menggunakan media untuk mendapatkan keuntungan maksimal bagi kandidat presidennya. Media massa bukan hanya dimanfaatkan untuk mengumpulkan sebanyak mungkin suara pemilih, melainkan juga untuk mengumpulkan dana bagi pelaksanaan kampanye. (persuading persons to donate money, to help collect donations from others, or to help in canvassing are also important objectives of the political persuasion game).

Pada saat ditemukan, Internet berfungsi sebagai sarana pertukaran informasi, lalu kemudian menjadi situs medium berita. Berita politik pertama kali yang ditulis di internet adalah ketika Start Report pada 11 September 1998 melaporkan kasus hubungan seksual Presiden Clinton dan Monica Lewinsky.

Bagaimana di Indonesia?

Internet sebagai situs berita dan e-commerce mulai masuk ke Indonesia pada tahun 1998. Dalam perkembangan politik, internet digunakan oleh partai politik dan para politikus hanya sebagai sarana penyampaian informasi. Belum pada tahap internet sebagai sarana pengumpulan dana sebagaimana yang telah dilakukan di Amerika Serikat.

Setidaknya ada tiga hal mengapa internet belum dijadikan alat donasi kampanye. Pertama, berdasarkan data Asosiasi Pengusaha Jasa Internet Indonesia (APJII) per Desember 2007, pelanggan internet di Indonesia baru 2 juta sedangkan pengguna internet 25 juta atau masih dibawah 10% dari jumlah penduduk. Masih rendahnya pengguna internet ini, dianggap kurang potensial untuk digarap secara maksimal. Sehingga bagi parpol dan politikus, pengumpulan dana lewat online belum dapat dijadikan prioritas utama. Ditambah lagi, untuk melakukan transaksi online, seseorang harus menggunakan e banking atau kartu kredit, yang penggunanya di Indonesia masih sedikit.

Kedua orientasi penggalangan dana parpol masih berkiblat pada orang kaya, mantan pejabat, para pengusaha, perusahaan atau konglomerat. Sehingga pengumpulan dana kampanye dilakukan dengan cara tradisional yaitu menyetor ke rekening partai atau kandidat baik tunai maupun transfer. Dalam beberapa kasus, orang kaya meminjam KTP masyarakat bawah agar besarnya sumbangan kampanyenya tidak melanggar batas maksimal yang disyaratkan undang-undang.

Ketiga mayoritas pengguna internet adalah anak-anak muda yang diidentifikasi berusia dibawah 25 tahun. Umumnya di Indonesia, usia-usia seperti itu belum memiliki penghasilan yang besar, sehingga gaji yang diterima hanya cukup untuk biaya bulanan. Sehingga mereka tidak sempat lagi menyisihkan uangnya untuk donasi kampanye.

Dengan alasan tersebut di atas, penggalangan dana kampanye melalui internet masih belum signifikan dengan besarnya biaya yang dibutuhkan oleh parpol atau kandidat presiden pada pemilu 2009. Sehingga parpol dan kandidat presiden masih menggunakan penggalangan dana secara tradisional yaitu mengumumkan nomor rekening penerimaan sumbangan kampanye di berbagai media cetak, televisi, dan radio.

Parpol dan kandidat presiden menggunakan internet hanya sebagai situs atau portal informasi yang menyampaikan visi, misi dan berbagai aktivitas parpol dan kandidat presiden. Parpol dan kandidat presiden tidak hanya membuat jejaring pada situs-situs sosial tapi juga memamfaatkan weblog sebagai bagian dari strategi kampanye.

Kalau pun parpol menggunakan internet sebagai sumber pengumpulan donasi kampanye lebih ditujukan pada positioning bahwa parpol tersebut siap memindahkan sebagian aktivitas kampanye politiknya melalui teknologi internet, yang di AS mampu mengantar Obama sebagai presiden

Media Sucahya

Dosen STIKOM WANGSA JAYA BANTEN

Pengajar Perkembangan Teknologi Komunikasi

Telepon : 08111493484

→ Leave a CommentCategories: komunikasi politik

Arah Kemajuan Teknologi Komunikasi

July 16, 2008 · Leave a Comment

 

Pada saat bangun pagi, kita membaca koran pagi tidak perlu lagi menunggu loper mengantar ke rumah. Komputer secara otomatis akan  mencetak koran terbitan pagi hari yang bisa dinikmati sambil sarapan. Untuk mendengarkan musik-musik favorit, cukup mencari dari internet oleh mesin pencari berdasarkan keinginan dengan cara mengunduh. Kita juga dapat mendengar berita berbasis visual, suara digital dan fasilitas hiperlink sehingga bisa dinikmati secara interaktif.

 

Sambil membuka lemari es, fasilitas layar LCD yang menempel di pintu kulkas, akan  menginformasikan bahwa susu, telur telah habis dan menawarkan untuk melakukan pembelian ke toko langganan. Melalui E-mail, informasi kebutuhan susu dan telur terkirik ke toko. Toko pun mendebet nilai belanja kita dari rekening yang kita punya, dan barang segera dikirim ke rumah.

 

Itulah kehidupan yang digambarkan tiga serangkai K.J. Kerney, M. Kerney dan R.N Seitz pada tahun 2020. Dengan kemajuan teknologi komunikasi, manusia akan semakin mudah dalam menjalankan aktivitasnya.  

Pada beberapa negara maju, telepon seluler sudah bisa diaplikasikan untuk transaksi bisnis seperti Mobile Check-in System. Teknologi yang sudah digunakan oleh maskapai penerbangan memungkinkan penumpang yang sudah membeli tiket melakukan check in dengan menggunakan ponsel. Dengan teknologi ini, boarding pass  penumpang akan dikirim ke ponsel-nya dalam bentuk barcode, sehingga penumpang bisa langsung masuk pesawat dengan menempelkan layar ponsel yang sudah ada kode barcodenya di pintu masuk. International Air Transport Association (IATA) mengharapkan agar semua negara memakai teknologi ini pada tahun 2010.

Contoh di atas menguatkan apa yang dikatakan Severin dan Tankard, bahwa  teknologi lama tidak akan tergusur oleh teknologi yang paling baru. Justru sebaliknya, media baru apapun bentuknya akan duduk berdampingan dengan media lama, yang mungkin tak akan hilang. Biasanya, teknologi komunikasi yang baru tidak bisa sepenuhnya menggantikan teknologi lama, tetapi ia mungkin menyebabkan teknologi lama mengambil peran baru. (Werner J. Severin-James W Tankard, Jr;2005:4)

 

Perkembangan teknologi komunikasi saat ini, dimulai sejak ditemukannya komputer pada tahun 1946. Sejak ditemukan komputer, era peradaban manusia mulai memasuki masa komunikasi interaktif, yang ditandai dengan lahirnya internet. Internet mampu menampilkan teknologi media yang sebelumnya terpisah, bisa berkumpul bersama dalam dunia maya. Serta bisa diakses dari segala belahan dunia secara ”real time”. Penggunaan internet dalam mencari informasi,  terbukti mampu memotong jalur transportasi pendistribusian informasi media kepada khalayaknya.

Teknologi yang awalnya  berkembang sendiri-sendiri, akibat perkembangan teknologi, teknologi-teknologi tersebut menjadi saling terkait. Perbedaan-perbedaan di dalam hal pengumpulan, pengiriman, penyimpanan, dan pengolahan informasi telah dapat diatasi. Kemajuan teknologi komunikasi menempatkan media massa dalam lingkungan baru. Setidaknya ada empat ciri lingkungan media baru tersebut (Mc Manus, 1994).  Pertama teknologi yang dulu berbeda dan terpisah kini menjadi satu. Contoh yang paling aktual adalah teknologi radio, televisi, video yang semula terpisah-pisah kini bisa disatukan dalam sebuah handphone.

Kedua, adanya pergeseran dari kelangkaan media menuju media yang melimpah. Saat ini untuk mendapatkan informasi, hiburan, dan pengetahuan begitu mudah dan murah. Masyarakat bebas memilih jenis media apa yang diinginkan, sesuai kepentinganya. Berdirinya stasiun televisi swasta di Jakarta dan berbagai daerah, menunjukkan betapa banyaknya pilihan masyarakat dalam mencari hiburan. Masyarakat tinggal memilih program acara apa yang disukai, dengan mengganti-ganti saluran televisi. Kondisi ini jauh berbeda pada tahun 80-an, dimana stasiun televisi hanya ada TVRI. Ketiga, adanya pergeseran dari yang mengarah kepuasan massa audience kolektif menuju kepuasan grup atau individu. Keempat, adanya pergeseran dari media satu arah kepada media interaktif.

 

Percobaan siaran televisi pertama kali ditayangkan di Inggris pada tahun 1929 oleh British Broadcasting Company. Sedangkan di Amerika Serikat  siaran televisi  pertama kali tahun 1946 saat Dewan Keamanan PBB mengadakan rapat di Newyork. Indonesia mulai melakukan siaran televisi tahun 1967. Jarak waktu antara siaran televisi pertama dengan Indonesia membutuhkan waktu hampir 30 tahun lebih.

 

Seiring dengan tersedianya infrastruktur teknologi komunikasi di Indonesia, tren rentang waktu penggunaan teknologi baru di dunia maju dengan Indonesia semakin pendek. Internet mulai dapat diakses masyarakat umum pada tahun 1993, saat  teknologi mosaic ditemukan. Kemudian internet menjadi sebuah media berita baru pada Januari 1998 saat Matt Drudge menggunakan internet untuk  memberitakan bahwa Newsweek telah menyembunyikan berita tentang keterlibatan Bill Clinton yang melakukan affair dengan Monika Lewinsky. Sedangkan 11 September 1998 Start Report hadir menyajikan berita-beritanya di internet. Di Indonesia, Journalism online dimulai tahun 1998, yang ditandai dengan hadirnya situs Tempo  0nline dan situs berita Detik.Com. Bahkan dalam beberapa kasus, Indonesia dijadikan negara pertama peluncuran produk teknologi terbaru.

 

Pengaruh Teknologi Komunikasi

 

Perkembangan teknologi komunikasi telah melahirkan penemuan-penemuan baru, industri baru, serta memperkaya khasanah keilmuan studi ilmu komunikasi. Teknologi juga membantu kita untuk membuat koneksi-koneksi baru. Koneksi-koneksi dimana tantangan tradisional dan kondisi geografis, dapat ditaklukkan hanya dengan menggunakan teknologi. Teknologi perbankan ATM memungkinkan orang untuk melakukan berbagai macam jenis pembayaran dan pembelian mulai dari listrik, telepon, kartu kredit, biaya kuliah, hingga pembelian tiket dan pulsa telepon.  Cukup mendatangi satu lokasi ATM, sudah melakukan dapat melakukan berbagai macam transaksi. Bayangkan bila dilakukan dengan cara manual, harus mendatangi masing-masing kantor tersebut, yang lokasinya berjauhan.

 

Kelahiran sebuah teknologi, merupakan jawaban atas suatu persoalan manusia dalam menghadapi suatu masalah. Teknologi berfungsi  meringankan tugas-tugas manusia dalam mencapai tujuan. Sehingga teknologi komunikasi tersebut dapat meningkatkan produktivitas, meningkatkan efisiensi kerja, serta melahirkan produk-produk yang berdaya saing tinggi.

Kemajuan teknologi satelit membuat stasiun televisi berlomba-lomba menyiarkan setiap program secara live. Mulai dari program berita, olahraga, hingga talkshow. Program siaran langsung bagi stasiun televisi akan menyedot penonton lebih banyak. Sehingga membuat pengiklan mau menjadi sponsor acara tersebut. Investasi yang sudah ditanam pun, menjadi cepat kembali.

Pada akhirnya, kemajuan teknologi informasi telah melahirkan masyarakat informasi, dimana produksi, distribusi dan manipulasi suatu informasi menjadi kegiatan utama. Inovasi teknologi  juga menawarkan variasi sarana produk teknologi dalam setiap segmen profesi yang lebih luas dimana masyarakat dapat berkomunikasi dan saling interaksi. Kemajuan teknologi komunikasi dan informasi, tidak hanya mensupport bisnis yang terkait langsung dengan studi ilmu komunikasi. Tapi juga mendukung semua aktivitas profesi dari semua keilmuan, yang bertujuan peningkatan kualitas kehidupan manusia.

 

Referensi

 

  • K.J. Kearney, M. Kearney, and R.N. Seitz, The Look of Science and Technology in 20 years, (June 2, 2000)
  • Mc Manus, Market Driven Journalism: Let the Citizen Beware,1994
  • Werner J. Severin-James W. Tankard, Jr. Teori Komunikasi,  Prenada Media, 2005

Dimuat di Harian Banten Raya Pos, Juli 2008

→ Leave a CommentCategories: komunikasi politik

Romansa Cinta Kintan

May 17, 2008 · Leave a Comment

Ini adalah salah satu bagian Novel Merah Cinta Jakarta*
Penulis : Media Sucahya
Halaman : 300 hal
Rencana Terbit : Desember 008
Penerbit :Raihan Elang Dreams

Kintan mengajukan cuti selama seminggu untuk berlibur ke Jakarta. Bayu tentu saja mengijinkan. Tidak hanya itu, ia pun dengan suka rela menemaninya selama di Jakarta. Bahkan hampir semua kebutuhan akomodasi mulai dari hotel, makan, belanja ditanggung Bayu. Malam itu Kintan dan Bayu hendak jalan-jalan di Sogo Departement Store. Saat ia tengah melihat-lihat pakaian, tanpa sengaja ia melihat seorang laki-laki yang tengah menggamit lengan seorang perempuan. Hatinya langsung berdesir dan jantungnya berdegup keras saat ia tahu siapa yang dilihatnya. Ia berusaha untuk segera menjauh, dengan mempercepat langkahnya sambil menggamit lengan Bayu. Tapi rencana itu tidak sempat, karena orang yang dilihatnya tiba-tiba menatapnya juga. Kedua mata mareka saling bersirobok. Tapi Kintan pura-pura tidak melihat. Ia mempercepat langkahnya agar semakin menjauh. Dan menjauh. Bayu yang tidak tahu apa-apa menurut saja saat Kintan menggamitnya untuk berjalan cepat. Sesampainya di kamar, ia jadi merenung sendiri. Ia melihat lelaki itu menggandeng Yosi.
Sejak meninggalkan Rendi, ia berikrar akan menutup rapat pintu hatinya dari siapa pun. Ia tak ingin hatinya terluka untuk kedua kali. Termasuk ia menutup rapat-rapat hatinya dari cinta Bayu. Ia tahu, Bayu begitu menginginkan dirinya untuk menjadi kekasih. Berbagai cara ditempuh lelaki itu untuk menaklukkan kekuatan karang hatinya. Tapi hingga saat itu, ia masih menyimpan kunci itu rapat-rapat. Kintan masih tetap menolak cinta Bayu. Hingga saat malam itu ia melihat Rendi menggandeng mesra Yosi. Seketika benteng pertahanan hati, ia rasakan mulai goyah. Kekukuhan hatinya untuk menyimpan sekeping cinta hanya untuk Rendi, akhirnya ambruk.
Maka pagi itu, ia lebih dulu menelpon Bayu untuk breakfast bersama-sama. Keduanya menginap di hotel yang sama, tapi dengan kamar masing-masing. Bayu tentu kaget setengah mati menerima ajakan itu. Karena sejak tiga hari bersama-sama, selalu ia yang menelpon mengajaknya breakfast. Mulai pagi itu, Kintan begitu mesra bila berduaan dengan Bayu. Bahkan ia tidak sungkan-sungkan lagi memegang lengan Bayu saat berjalan bersama-sama. Dan ia pun membiarkan saja tangannya digenggam mesra. Bahkan saat Bayu mencium bibirnya, ia membalas dengan penuh kehangatan. Ia ikut larut memagut bibir Bayu yang terasa panas dan liar itu.
”Ah, sudah saatnya aku harus benar-benar melupakan Rendi,” Sumpahnya dalam hati.
Sementara itu, Bayu tersenyum penuh kemenangan. Ia merasa berhasil menaklukkan hati perempuan itu, setelah ia memanjakannya selama di Jakarta. Ia merasa perjuangan dan pengorbannya selama ini tidak sia-sia.
”Kasih saya waktu dua bulan untuk merundingkan hari pernikahan kita mas,” kata Kintan kepada Bayu, tiga bulan setelah mereka pulang dari Jakarta.
Sudah tentu ia akan berusaha untuk mencintai lelaki itu. Karena itu, saat bibirnya dicium, ia membalasnya dengan hangat. Tapi sayangnya, saat bibirnya dilumat Bayu wajah Rendi selalu muncul. Begitu, dan begitu seterusnya, selalu bukan wajah Bayu yang hadir.
”Saya perlu waktu untuk melupakan kamu mas Ren.” Ia menghibur diri dalam hati.
***
Jam tujuh malam Bayu sudah datang ke rumah Kintan. Malam itu ia mengajak Kintan untuk bertemu kedua orangtuanya. Saat sarapan pagi tiga hari lalu, mamanya mencandainya.
“Pa, mama dengar ada bunga yang selalu menebarkan harum ya di kantor Bembi. Karena bunga itu, Bembi sekarang selalu pulang malam.” Bembi adalah panggilan kesayangan Bayu sejak kecil. Hanya keluarga dekat yang menyapa dengan nama itu.
“Ya, kabar itu sih sudah papa dengar lama, ma. Tapi kapan ya, bunga itu dibawa ke sini.”
“Papa sama mama ngomong apa sih.” Bayu pura pura tidak tahu.
“Kalau bunganya indah, kenapa musti malu pa ya dibawa ke sini.”
“Papa sih pengen cepet cepet Ma pingin lihat bunga itu.” Ayahnya masih menggoda.
“Ya..ya..entar Bembi bawa. Ntar Bembi kenalin.”
Obrolan pagi itulah yang membuat Bayu malam itu menjemput Kintan.
Kintan sendiri sudah siap sejak setengah jam sebelumnya. Ia mengenakan blus lengan pendek warna coklat. Seuntai liontin permata bermotif bunga melingkar dileher, membuat lehernya yang jenjang itu terlihat indah. Bayu berkali kali menatap leher kekasihnya itu penuh kekaguman. Kintan sengaja berdandan secantik mungkin. Ia sadar, kedua orang tua Bayu ini orang terpandang dan terkaya di Jawa Timur. Ia ingin memberi kesan terbaik dan juga tidak ingin kecewakan pacarnya.
Ada keragu-raguan di hati Kintan, saat Bayu mengajak makan malam. Haruskah permintaan itu ia penuhi? Apakah ini tidak terlalu cepat? Bagaimana bila kedua orang tua Bayu menyukai dirinya dan secepatnya ingin menjadikan dirinya menantu? pertanyaa itu terus menari-nari dalam hati. Bila semua itu terjadi,bagaimana dengan mas Rendi? Ah, mengapa selalu wajah lelaki itu yang hadir, saat ia harus menjalin kasih dengan pria yang mulai ia sukai. Namun keraguan raguan itu segera ia tepis jauh-jauh.
“Aku berhak untuk mencintai dan dicintai siapapun, meski lelaki itu adalah mas Bayu. Aku berhak untuk mereguk manisnya kebahagiaan cinta.” gumamnya. Maka malam itupun ia menebarkan senyum saat bertemu orangtua Bayu. Malam itu memang milik Kintan. Ningsih berkali kali memuji kekasih anaknya itu. Ia sepertinya tak puas-puas menyenangkan Kintan.
“Kapan Pa ya, kita datang ke rumah orang tua Nak Kintan.”
“Ya.Kapan Bem papa denga mama ke sana.” Ayahnya menimpali.
Yang ditanya hanya tersenyum sambil menggenggam mesra jemari kekasihnya. Kintan pun hanya tersenyum.
“Itu sih terserah Om dan tante saja. Kan om dan tante sibuk terus. Kalau ibu saya kan tinggal di desa. Jadi kapan saja om dan Tante datang, selalu siap.” Kintan merendah.
Begitu merebahkan diri di atas tempat tidur, Kintan bukannya terlelap untuk tidur. Ia jadi seperti merasa berdosa baik kepada dirinya maupun kepada orangtua Bayu.
“Haruskah aku menolak ketulusan mereka untuk menyayangiku. Sementara hatiku sendiri masih belum sepenuhnya memberikan ruang untuk cinta Mas Bayu.”
Jam berdentang empat kali saat Kintan bener benar pulas tertidur
***
Seminggu setelah makan malam dengan orang tua Bayu, Kintan pulang kampung. Bayu ikut dengan mengenakan kaos berkerah warna biru tua.
“Kintan jangan dihina ya. Karena rumah Kintan jelek dan sudah tua.”
Bayu tersenyum sambil menggenggam lengan kekasihnya.
“Mas tidak peduli apakah kamu punya rumah atau tidak. Yang penting kamu punya ruang di hati untuk mas istirahat.”
Terasa sembilu Kintan mendengar ungkapan itu. “Ah, seandainya ucapan itu aku dengar dari mas …..” Ia segera menepis bayangan itu. Ia tak mau terbuai dalam roman-roman para pujangga cinta yang mengisahkan cinta pertama tidak akan lekang hingga hayat dikandung badan.
Narti, Ibunya sudah menanti di teras rumah, saat mereka datang. Bayu diperkenalkan Kintan dengan senyum sumringah.
“Bu, ini mas Bayu yang pernah Kintan ceritakan.”
Ibunya menerima salam lelaki yang sepintas mirip Misno. Hanya saja ia terlihat lebih bersih, kulitnya putih, dan tampak terpelajar. Dengan penampilan yang terlihat jantan, cakep, dan dewasa, pasti banyak perempuan yang bersedia menjadi kekasihnya. Namun Narti tidak bisa menebak, siapa yang tertarik lebih dulu diantara keduannya, apakah anaknya atau pemuda yang kini sudah duduk di kursi kayu yang catnya sudah terkelupas disana sini.
Namun naluri Narti selaku seorang ibu berbicara lain. Sorotan mata anaknya tidak terlalu berbinar, saat bercengkrama dengan Bayu. Tidak ada cahaya yang melingkari seluruh kelopak matanya. Garis yang memanjang tipis disudut bibir anaknya, juga tidak seirama dengan ucapan yang diungkapkan. Padahal Narti tahu persis, sejak kecil, untuk mengetahui Kintan mengatakan yang sejujurnya atau tidak, cukup melihat garis yang terbentuk diujung bibir. Bila garis terbentuk bersamaan dengan kalimat yang keluar, berarti ucapan anaknya merupakan ungkapan hati yang terdalam. Tapi saat anaknya berceloteh tentang kekasihnya itu?
“Ah, mudah-mudahan aku salah lihat. Karena mataku sudah tidak awas lagi termakan usia,” batinnya.
Menjelang malam, keduanya pamit. Saat berpelukan, Kintan dengan suara berbisik menanyakan apakah Rendi pernah datang mencarinya. Seolah tidak ingin terdengar Bayu. Narti menjawab dengan menggeleng perlahan. Namun hatinya setelah itu sesak. Entah, mengapa ia lebih suka mengatakan yang sebaliknya, dibanding sebenarnya.
“Aku tak ingin melukai hati anakku. Lebih baik aku berbohong saja.”
Padahal ia tahu, baju yang ia kenakan merupakan pemberian Rendi yang diberikan dua bulan lalu.
***
Rendi merasa lega, karena usahanya yang selama ini untuk menemukan Kintan akhirnya berhasil. Sejak bertemu secara tidak sengaja di Sogo Departement Store, ia tidak bisa tidur. Setiba di apartemen, ia pun menelpon Capung. Ia menceritakan pertemuannya dengan Kintan, termasuk sikap Kintan yang saat itu berpelukan dengan laki-laki serta mencoba menghindar.
“Jadi lu ngapain telpon gua malam-malam begini. Cuma mau cerita gituan doang,” semprot Capung setengah kesal. Temannya itu berhak kesal, karena saat itu jam 2 malam, saat tengah enak-enaknya tidur.
“Bukan. Tugas lu adalah cari alamat Kintan dimana dia tinggal sekarang. Lu datangi aja repsionis Hotel Nusantara, karena besar kemungkinan ia nginap di sana. Karena Sogo Departement Store kan jadi satu sama hotel itu.”
“Kalau dia pakai nama bosnya gimana?”
“Ah Lu pusing amat sih. Minta aja daftar tamu dua malam berturut-turut. Pasti kan ada alamatnya. Kalau resepsionisnya menolak, kasih liat aja tato Lu. Nah tinggal dicek deh alamatnya dan nomor teleponnya satu per satu. Ntar juga bakal ketahuan, yang mana dari sekian alamat itu alamatnya Kintan.”
”Oke bos. Besok gua kerjaain deh. Gua mau tidur lagi nih. Ngantuk.”
Dua hari kemudian, Capung mengirim SMS ke Rendi. ’Alamat ktr Rtno PT Susuka Silatama jl. Kebon sayur Surabaya telp. 359999999. gua dah cek, dan betul dia disn’
Rendi membaca SMS itu dengan perasaan lega.
”Akhirnya ketemu juga kamu Ret. Bilangnya ke Taiwan, ternyata ke Surabaya,” gumam Rendi dalam hati.
”Besok lu berangkat ke Surabaya. Kasih surat gua buat dia. Pastiin, dia langsung yang terima. Suratnya besok diambil ke sini,” rendi balas sms Capung.
”Oke’
Namun begitu selesai mengirim SMS, ia sendiri bingung harus menulis apa di suratnya itu. apakah harus minta maaf, menanyakan siapa laki-laki itu, menanyakan bagaimana kondisi dirinya, atau menanyakan apakah dia sudah menikah. Ah, ia sendiri bingung. Tiba-tiba, ia SMS balik Capung. ”Pung, gua gak jadi kirim surat. Tugas lu cuma cari tahu nomor handphone Kintan”
Dua menit kemudian, Capung membalas SMSnya. ”Dasar cowok bloon. Dari dulu gak pernah bisa ngadepin cewe-cewe. Selalu gua yang maju. Ya udah, besok gua ke sby.”
Rendi hanya tertawa saja membaca balasan SMS itu.
***
Kafe Kemangi cukup dikenal bagi orang di Surabaya. Suasana ruangannya yang asri dengan interior etnik daerah bernuansa anyaman bambu, membuat ruangan itu begitu teduh dan sedap untuk dipandang mata. Sehingga membuat orang yang duduk di sana menjadi betah dan berlama-lama.
Kintan sengaja datang 10 menit lebih awal di kafe itu. Dengan harapan, ia tidak terlalu grogi saat memasuki ruangan kafe. Tapi ia kalah cepat. Saat ia masuk, Rendi sudah duduk di meja sudut sebelah kanan. Rendi melambaikan tangan kepadanya. Nuansa musik yang meningkahi kafe Kemangi cukup romantis. Suara merdu Vina Panduwinata yang melantunkan September Ceria, dapat membawa suasana hati pengunjung hanyut dalam kenangan indah masing-masing.
Seyogyanya hati kedua insan ini pun demikian, larut dalam kemerduan suara Vina. Tapi kenyataannya, tidak demikian. Keduanya masih diam membisu. Lidah mereka masih terasa kelu untuk menguraikan isi hati dengan segenap perasaan. Rupanya perpisahaan yang tidak mengenakkan yang telah berlangsung hampir dua tahun, membentangkan sebuah jarak diantara keduanya. Terlebih lagi pertemuan yang tidak sengaja di Sogo Departement Store, cukup mengganjal hati keduanya. Keduanya belum berani secara terbuka menanyakan pertemuan itu. Rendi enggan menanyakan siapa lelaki yang saat itu dipeluk mesra oleh Kintan. Apakah itu memang pacar pengganti dirinya atau hanya teman lelaki yang diajak untuk sekadar jalan-jalan. Rendi tak mau memulai menanyakan siapa sosok pria itu. karena agenda pertemuanya saat ini, ia hanya ingin meminta maaf dan ingin menjelaskan semua yang terjadi pada dirinya selama dua tahun terakhir.
”Mas minta maaf atas kejadian tempo hari.” ungkap Rendi perlahan.
”Tak ada yang perlu dimaafkan Mas. Kintan mungkin saat itu terlalu egois,” jawab Kintan, juga dengan nada perlahan.
“Sebenarnya waktu itu, mas sudah menikah dengan Yosi, Ret. Kami sudah menikah saat mas masih dipenjara,”
Hening. Senyap. Tapi hati Rendi begitu berdegup keras.
”Kintan sudah tahu mas. Mas Capung sudah cerita semuanya.”
Rendi menghela nafas panjang. Ia merasa lega dan hatinya terasa enteng, saat mendengar pernyataan tadi. Padahal sejak dari Jakarta, ia sudah menduga Kintan akan meninggalkan dirinya dengan hawa amarah, saat ia mengatakan dirinya telah menikah. Tapi ia sudah siapkan hati. Ia hanya bisa pasrah dan menerima reaksi apapun yang bakal dilontarkan Kintan. Meski ia akan dihina sekalipun.
”Jadi Capung sudah cerita semuanya?”
Kintan mengangguk.
”Kamu sendiri bagaimana?”
”Kintan beberapa bulan lagi akan menikah mas.”
Tanpa tekanan dan lirih, suara itu meluncur begitu saja.
Rendi seperti disambar petir mendengarnya. Hatinya berdegup keras. Apa yang dikhawatirkan sejak dari Jakarta, akhirnya terbukti benar. Kintan sudah melupakan dirinya. Kintan tidak memaafkan atas kesalahannya.

→ Leave a CommentCategories: sastra

Informasi Publik dan UU ITE

May 17, 2008 · Leave a Comment

DPR telah mengesahkan RUU Keterbukaan Informasi Publik (KIP) menjadi Undang-Undang KIP pada Kamis 3 April 2008. UU ini  mewajibkan badan usaha milik negara, badan usaha milik daerah, dan/atau badan usaha lainnya yang dimiliki oleh negara untuk menyediakan informasi publik. Informasi publik yang dimaksud adalah informasi yang disimpan oleh badan publik baik itu eksekutif, legislatif, dan yudikatif dan badan lain yang tugas dan fungsinya terkaitan langsung dengan penyelenggaraan negara.

 

Dengan diberlakukannya UU KIP yang efektif tahun 2010, lembaga publik sebagai pemilik informasi publik, harus membuat suatu sistem informasi yang dapat diakses secara mudah, cepat, murah, dan mobile. Untuk memenuhi syarat tersebut, lembaga publik harus menggunakan teknologi informasi terbaru agar informasi yang dimilikinya dapat diakses dengan mudah. Informasi tersebut harus disimpan  dalam bentuk digital dan multimedia. Multimedia adalah sebuah sistem komunikasi yang menawarkan teks, grafik, suara, video, dan animasi. Untuk mempermudah akses bagi masyarakat di berbagai tempat, lembaga publik bisa menggunakan teknologi berbasis web atau internet. Sehingga masyarakat dapat mengakses kapan saja dan dimana saja ia berada. 

 

Amerika Serikat merupakan contoh bahwa pemerintah dapat menyiapkan informasi tanpa diminta lebih dahulu oleh masyarakat. Pada awal tahun 1900-an, Presiden Amerika Serikat Theodore Roosevelt membuat pertemuan secara teratur dengan para wartawan yang biasa meliput acara di gedung putih. Sejak itu, para wartawan Gedung Putih memperoleh informasi kelas A karena didapat dari orang nomor satu di Amerika Serikat.

 

Mulai tahun 1993, Gedung Putih mengembangkan jaringan komunikasi elektroniknya. Bulan Juni 1993, Gedung Putih membuat kotak surat elektronika (email). Pada enam bulan pertama sejak kotak surat elektronika ini dibuka, Gedung Putih mendapat lebih dari 100 ribu surat elektronika. Pada September 1993-Januari 1994, Gedung Putih mengelola lebih dari 200 ribu permintaan yang dikirim melalui e-mail untuk mendapatkan informasi.

 

Lebih dari 1.600 dokumen diterbitkan secara elektronika, termasuk laporan konferensi pers yang diadakan presiden. Gedung Putih juga mendirikan perpustakaan swalayan elektronika yang melayani permintaan akan dokumen pemerintah. Informasi dari Gedung Putih itu hanya salah satu contoh dari peluang yang makin besar bagi wartawan untuk mendapatkan informasi. (Erlvinaro & Lukiati,  2004 :146).

 

Di Indonesia langkah yang dilakukan Gedung Putih, juga ditempuh Presiden Susilo Bambang Yudhonono. Pemerintah, departemen, lembaga non departemen, dan badan pemerintah membuat situs internet untuk menyampaikan berbagai kebijakan dan aktivitas pemerintahan.

 

Informasi Nomor Satu

 

Industri yang terkait langsung dengan informasi  publik adalah bidang komunikasi massa, yaitu jenis komunikasi dimana penyampaian pesan atau informasi  melalui media massa, baik media cetak maupun media  elektronik. Pesan atau informasi ditujukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen, dan anonim dan dapat diterima secara serentak dan sesaat. Media elektronik adalah stasiun televisi, radio, film, internet dan media cetak adalah koran, majalah, tabloid.

 

Komunikasi massa akan terus berperan penting dalam kehidupan kita. Komunikasi massa menjadi mata dan telinga masyarakat. Komunikasi massa memberi masyarakat sarana untuk mengambil keputusan dan membentuk opini kolektif yang bisa digunakan untuk bisa lebih memahami diri mereka sendiri. Ia merupakan sumber utama untuk mengembangkan nilai-nilai dalam masyarakat. (Severin-Tangkard, 2005: 4)

 

Komunikasi massa dimana salurannya adalah media massa berisi tentang;   berita dan informasi; analisis dan interpretasi; pendidikan dan sosialisasi; hubungan masyarakat dan persuasi; iklan dan hiburan. (Hiebert, Ungurait, dan Bohn, 1985).  Tiga pertama dari lima isi media massa tersebut bersentuhan langsung dengan informasi .

 

Para pekerja di media massa yang terdiri dari reporter, wartawan, fotografer, editor akan mencari informasi dari berbagai sumber, termasuk dari lembaga publik, untuk kebutuhan penulisan berita. Semakin cepat, akurat, dan lengkap seorang wartawan mendapatkan informasi, maka semakin tinggi nilai berita yang dibuatnya.

 

Media massa yang menurunkan berita paling pertama dengan tingkat akurasi berita yang tinggi, akan mendapat perhatian besar dari masyarakat. Berita tersebut menjadi headline dan mengalahkan berita-berita yang disajikan oleh media massa pesaingnya. Intinya sebuah media massa bisa berkembang dan besar bila mampu menyajikan informasi-informasi yang aktual, akurat, terpercaya, dan memiliki dampak luas. Termasuk mampu menyajikan informasi yang pertama kali ke masyarakat meninggalkan pesaing-pesaingnya.

 

Televisi menyampaikan informasi yang beragam dan terkini untuk memuaskan pemirsa dalam bentuk teks, foto, audio dan video. Informasi berbaru disampaikan dalam bentuk berita yang ditayangkan setiap 30 menit atau 60 menit sekali. Sedangkan berita dalam bentuk teks, ditayangkan setiap saat dalam bentuk running teks yaitu berita kecil yang ditayangkan dalam bentuk tulisan dibawah layar.

 

Media cetak terbit dua kali dalam sehari, yaitu edisi pagi dan edisi siang. Harian Seputar Indonesia, Harian Kompas, dan Harian Media Indonesia termasuk media cetak yang melakukan langkah tersebut. Dengan membuat dua edisi dalam satu hari, menunjukkan media massa  saling berkompetisi menyediakan informasi terkini, yang baru saja terjadi kepada masyarakat

 

Harus Dioptimalkan

 

Berlomba-lombanya media massa menyampaikan informasi terkini,  merupakan bentuk untuk meningkatkan daya saing agar produk tersebut tetap kompetitif di pasaran. Daya saing  media massa tersebut diimplementasikan dengan membuat produk-produk yang berkualitas dan produk tersebut pro pasar.  Bila media massa tidak memiliki daya saing, ditinggalkan pemirsa dan pemasang iklan. Media masa tentu tidak sekadar menyiarkan informasi semata, tetapi membutuhkan pemasukan bagi kelangsungan hidupnya. Media massa bukan semata-mata mencari keuntungan, tetapi orientasi keuntungan menjadi dasar pembentukan organisasi (Nurudin,  2007).

 

Para pekerja di media massa harus  pintar dan cerdas untuk memilih dan menentukan jenis informasi publik apa yang diinginkan masyarakat, mengingat  informasi yang tersimpan di lembaga publik amat banyak dan beragam. Untuk ”mengendus” informasi publik yang mengandung berita tinggi, seseorang  harus memiliki pengetahuan yang luas. Sehingga informasi publik yang selama ini tersimpan rapat, dapat diolah dan disebarkan  menjadi sebuah berita besar.

 

Pada akhirnya, informasi publik harus dimanfaatkan secara optimal oleh pekerja   media massa untuk meningkatkan kualitas pemberitaan. Sehingga produk yang dihasilkan dari sisi jurnalistik memiliki cukup berbobot dan dari sisi komersial memiliki nilai jual yang tinggi.

 

Drs Media Sucahya-Dosen STIKOM Wangsa Jaya Banten

Dimuat di Harian Banten Raya 15 Mei 2008 

 

 

Referensi

 

  • Hiebert, Ungurait, dan Bohn, Mass Media IV:An Introduction to Modern Communication, 1985
  • Nurudin, Pengantar Komunikasi Massa, Rajawali Press,  2007.
  • Teori Komunikasi, Sejarah, Metode, dan Terapan Di Dalam Media Massa, Severin-Tangkard, Jakarta, Prenada Media, 2005.
  • Erlvinaro Ardianto & Lukiati Komala Erdinaya, Komunikasi Massa Suatu Pengantar, 2004.

 

 

 

Drs Media Sucahya

→ Leave a CommentCategories: komunikasi politik
Tagged: